Sabtu, 30 Mei 2015

Sang Demoliser sejati

Duhai demoliser sejati sungguh luar  biasa engkau

Tiada waktu yang engkau lalaikan

Waktu begitu berharga bagimu

Tiap jam, menit, dan detik engkau lewati dengan penuh perhitungan


Diammu adalah proses berfikirmu

Mernung adalah cikal bakal produk berfikirmu

Diammu adalah rasa ketaatanmu pada sunnah nabi

renunganmu  menambah imammu

Itulah engkau sungguh elok dirimu


Kesibukanmu tak terbantahkan lagi

Bila kebanyakan pemuda masa kini sibuk dengan dunianya yang penuh kesenangan semu

Justru engkau sibuk dengan pena dan bukumu

agar menghasilkan karya untuk kemaslahatn orang banyak


tiap hari dimalam hari engkau santiasa bergelut dengan buku

penamu barlari kesana kemari membuat jari jemarimu menari kian lincah

seluruh kegelisahan, kegundahan, dan kegalauan hatimu engkau torehkan diatas kertas

dengan khusyuk kau menulis seolah menulis surat cinta untuk sang kekasih


dirimu tak pernah alfa dengan buku, disela-sela waktu kosongmu

engkau membuka halaman perhalaman

bercengkeraman dengannya begitu mesrah

seolah mereka adalah kawan sejati mu

teman duduk terbaikmu


rasanya aku iri denganmu

engkau melakukan hal yang tak biasa dilakukan oleh pemuda pada umumnya

pemuda yang termakan oleh kesenangan dunia semata

tanpa sadar menjadikan dirinya sebagai pemuda pragmatisme,

akhirnya terjebak dalam konsep kehidupan  hedonisme

yang menjadikan  materialisme sebagai tujuan tertinggi


namun ini bukan babak akhir bagi pemuda yang terhegemoni paham sekulerisme

masih ada harapan untuk keluar dari cengkeraman kapitalisme

bila niat itu ada maka tidak ada yang tidak mungkin

carilah tujuan hidupmu

agar kelak engkau layak tampil sebgai sang demolisher sejati

Sang pendobrak kehidupan kelam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar