Tiada waktu yang engkau lalaikan
Waktu begitu berharga bagimu
Tiap jam, menit, dan detik engkau lewati dengan penuh perhitungan
Diammu
adalah proses berfikirmu
Mernung adalah cikal bakal produk berfikirmu
Diammu adalah rasa ketaatanmu pada sunnah nabi
renunganmu menambah imammu
Itulah engkau sungguh elok dirimu
Kesibukanmu tak
terbantahkan lagi
Bila kebanyakan pemuda masa kini sibuk dengan dunianya yang penuh kesenangan semu
Justru engkau sibuk dengan pena dan bukumu
agar menghasilkan karya untuk kemaslahatn orang banyak
tiap hari dimalam hari engkau santiasa bergelut dengan buku
penamu barlari kesana kemari membuat jari jemarimu menari kian lincah
seluruh kegelisahan, kegundahan, dan kegalauan hatimu engkau torehkan diatas kertas
dengan khusyuk kau menulis seolah menulis surat cinta untuk sang kekasih
dirimu tak
pernah alfa dengan buku, disela-sela waktu kosongmu
engkau membuka halaman perhalaman
bercengkeraman dengannya begitu mesrah
seolah mereka adalah kawan sejati mu
teman duduk terbaikmu
rasanya aku iri denganmu
engkau melakukan hal yang tak biasa dilakukan oleh pemuda pada umumnya
pemuda yang termakan oleh kesenangan dunia semata
tanpa sadar menjadikan dirinya sebagai pemuda pragmatisme,
akhirnya terjebak dalam konsep kehidupan hedonisme
yang menjadikan materialisme sebagai tujuan tertinggi
namun ini
bukan babak akhir bagi pemuda yang terhegemoni paham sekulerisme
masih ada harapan untuk keluar dari cengkeraman kapitalisme
bila niat itu ada maka tidak ada yang tidak mungkin
carilah tujuan hidupmu
agar kelak engkau layak tampil sebgai sang demolisher sejati
Sang
pendobrak kehidupan kelam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar